Oleh: Rina Setyasih | 17 Agustus 2011

GURU KREATIF

“Guru kreatif terkadang mengajar dalam bingkai eksplorasi dan ketidakjelasan. Ia lebih mencari esensialitas daripada rutinitas atas apa yang dipelajari bersama siswa. Ia akan tersenyum manakala siswa bertanya, ”Pak saya menemukan hal berbeda, tidak seperti yang bapak katakan atau teman saya temukan, mengapa?”

Awalnya ada sedikit keraguan untuk menuliskan pengalaman ini, karena banyak teman yang ‘agak sedikit’ mengerutkan dahi dengan ‘metode yang agak sedikit nyleneh’ yang saya pakai ini. Tapi biarlah itu berlalu, mungkin mereka belum tahu metode ‘sepiring nasi’ yang pernah saya gunakan.

Ide awal menggunakan metode ini, didasari oleh sebuah kebingungan mengunakan metode yang tepat untuk menjelaskan materi PKn tentang ‘Manusia sebagai mahluk sosial’. Dalam hal ini saya dituntut untuk bisa menterjemahkan hal-hal yang abstrak menjadi nyata buat siswa, sehingga bisa memudahkan siswa untuk memahami materi yang rumit dengan cara yang sederhana.

Baca Lanjutannya…

Oleh: Rina Setyasih | 24 Desember 2010

SESAL KEMUDIAN TIDAK BERGUNA

blogKenalanku, keluarga yang harmonis meski secara ekonomi tidaklah berlebihan. Si suami bekerja sebagai buruh pabrik minyak rambut terkenal di kotaku, sedang si isteri jualan kelontong di rumah mereka. Dikaruniai dua orang anak; yang pertama laki-laki kelas 7 SMP, dan ke dua wanita kelas 5 SD. Anak pertama di samping tampan, juga berotak cerdas. Selalu menjadi juara kelas sedari SD hingga SMP ini. Sedang anak ke-2 dikaruniai wajah yang cantik rupawan. Benar-benar keluarga bahagia yang harmonis.

Meski tempat kerja sang suami tidaklah jauh dari rumah, yakni sekitar lima menit jalan kaki, tapi mereka melengkapi diri dengan sebuah sepeda motor. Alasannya mumpung ada kredit DP Rp.0,- dengan angsuran yang amat terjangkau. Tak ada salahnya untuk kredit, terlebih jika dilihat manfaatnya untuk mobilisasi keluarga. Demikian alasan mereka saat ditanya para tetangga. Dan jika dinalar-nalar, betul juga pernyataan itu.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Rina Setyasih | 22 Desember 2010

SELAMAT HARI IBU

Tanggal 22 Desember resmi ditetapkan pemerintah sebagai Hari Ibu. Sebuah penghargaan tertinggi dari negara untuk mengarti pentingkan peranan ibu atas hidup suatu bangsa dan negara. Dan di tanggal tersebut, perayaan Hari Ibu diselenggarakan. Mulai perayaan tingkat negara, institusi atau instansi tertentu, hingga perayaan tingkat keluarga.

Perayaan hari ibu tingkat negara atau instansi/institusi tertentu biasanya melalui serangkaian pengaturan acara protokoler tertentu. Sedang parayaan hari ibu pada sebuah keluarga, biasanya dilakukan melalui tradisi keluarga, yakni di hari ibu para suami dan anak-anak mengucapkan selamat kepada isteri dan ibu mereka. Mereka memanjakan para ibu untuk tidak melakukan kegiatan rutin harian. Semua pekerjaan akan dilakukan para suami dan anak-anak. Ibu tinggal menikmati hasilnya.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Rina Setyasih | 21 Desember 2010

HARI INI 14 TAHUN LALU

Hari ini 14 tahun lalu,
adalah hari yang amat berkesan dalam hidupku,
karena pada hari tersebut aku dipinang mantan pacarku
yang kini menjadi ayah dari anak-anakku.

Hari ini 14 tahun lalu,
adalah hari yang penuh kenangan dalam hidupku,
karena pada hari itu aku melepas masa lajangku
.

Hari ini 14 tahun lalu,
adalah hari yang amat bersejarah,
karena di hari tersebut aku resmi menyandang dua gelar
di depan dan belakang namaku,
yakni Nyonya (Ny.) dan Sarjana Pendidikan (S.Pd.).

Baca Lanjutannya…

Oleh: Rina Setyasih | 18 Desember 2010

LIBUR TLAH TIBA

Libur tlah tiba……
libur tlah tiba……
Hore…. hore….. hore….

Sebait lagu yang dinyanyikan Tasya mencerminkan kebahagiaan memasuki masa liburan. Libur memang sesuatu yang ditunggu-tunggu. Libur memang  menyenangkan.  Libur berarti terbebas dari rutinitas. Dan libur memungkinkan kita untuk melakukan apa saja yang kita mau.

Mulai hari ini, sebagian besar sekolah-sekolah di Indonesia memasuki  masa liburan sekolah semester gasal. Libur panjang selama dua minggu memang mengasyikkan. Berbagai rencana mengisi liburan tentu pula telah dipersiapkan. Ada yang mau mengunjungi sanak famili di luar kota. Ada yang mengisinya untuk camping, touring, mendaki gunung, kegiatan olahraga, beberes kamar/rumah, bahkan menghubungi biro wisata keluarga untuk memesan paket wisata ke luar negeri pun mungkin telah pula dipersiapkan. Libur memang menyenangkan.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Rina Setyasih | 16 Desember 2010

RAPORKU PRESTASIKU

Satu semester sudah tahun pelajaran 2010/2011 terlewati. Saatnya terima rapor sebagai laporan prestasi belajar yang dicapai. Baik-buruknya nilai rapor merupakan hasil usaha yang dilakukan selama satu semester. Dan hasil itu akan selalu terukir seumur hidup, karena biasanya buku rapor akan selalu disimpan oleh pemiliknya bersama dengan ijazah dan dokumen penting lainnya yang dimiliki.

Sebagai dokumentasi yang melakat pada diri seseorang seumur hidup, relakah jika nilai rapor kita tertulis dengan tinta warna merah?! Relakah jika keterangan di sebelah nilai tertulis kata “Tidak Tuntas” ?! Puaskah kita dengan nilai yang kita capai?!

Pertanyaan-pertanyaan tersebut seharusnya ditanyakan jauh hari sebelum pembagian rapor. Jauh hari sebelum Ulangan / Ujian semester. Karena kalau pertanyaan itu muncul setelah buku rapor dibagikan, biasanya penyesalan lah yang akan kita rasakan jika hasilnya tidak seperti yang diharapkan.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Rina Setyasih | 15 Desember 2010

SUTINI ANAK PENARIK BECAK

Seorang gadis menyambutku saat aku memasuki halaman rumah, sepulang dari sekolah tempatku mengajar. Aku agak-agak bingung, siapa gerangan dia. Wajahnya masih membekas dalam ingatan, tapi nama serasa hilang dari memori.

“Assalamu’alaikum….. Lupa ya bu dengan saya?!”, ucap gadis itu menjabat dan mencium punggung tanganku.

“Siapa, ya?!,” tanyaku berusaha mengingat.

“Saya Tini, bu. Sutini. Mantan siswa ibu.”

“Tini?! Tini putranya pak Atmo itu ya?!,” ucapku sambil mempersilahkan Tini masuk ke rumah.

“Iya, bu. Betul. Pak Atmo Becak,” balas gadis itu terlihat senang begitu aku menyebut nama Bapaknya.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Rina Setyasih | 13 Desember 2010

TERMASUK TIPE APAKAH KAMU?!

Meski di rumah telah terpasang internet lebih dari tiga tahun, tapi saya menggunakannya baru dalam hitungan bulan, belum tahunan. Ini tentu saja karena kesibukan saya sebagai seorang ibu yang musti juga bekerja, ngurus urusan rumah tangga juga kantor, sehingga tidak pernah sempat berlama-lama di depan komputer.

Ternyata, setelah merasakan betapa asyiknya berselancar di dunia maya, sungguh ini sesuatu yang melenakan. Mangkanya saya setuju sekali atas penggambaran seorang blogger yang mengatakan internet itu ibarat kantong ajaibnya Doraemon, atau tongkat sihirnya Harry Potter. Apapun yang kita inginkan, langsung tersaji dihadapan kita. Dan kita serasa dimanjakan dalam peroleh kebutuhan, khususnya kebutuhan akan informasi.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Rina Setyasih | 4 Desember 2010

MELINDUNGI SI KECIL MENJELAJAH RIMBA DUNIA MAYA

Keberadaan komputer terkoneksi internet saat ini sudah merupakan “kebutuhan primer”, setidak-tidaknya itu yang terasakan di keluarga kami. Ayah memanfaatkannya untuk mencari informasi dan menyelesaikan tugas-tugas kantor. Saya untuk memperkaya pengetahuan dan menambah reverensi bahan mengajar. Sedang anak-anak menggunakannya untuk berbagai keperluan, seperti halnya menyelesaikan tugas sekolah, mencari informasi, memenuhi fungsi hiburan lainnya seperti bermain game dan memutar lagu/video anak-anak.

Bahkan, anak bungsuku Nanda, yang sekarang ini masih duduk di TK Besar, telah mengenal komputer yang terkoneksi internet sejak dia berusia 3 (tiga) tahun. Awalnya dia hanya melihat kakak-kakanya bermain games. Terus tak-tik-tak-tik tangan ikut memencet keybord dan mouse komputer. Kemudian mulai bisa membuka search engine google. Selanjutnya belajar menulis kata “game” di kolom pencarian. Diikuti kemampuan memilih game yang menurut dia enak untuk dimainkan, dan memainkan game pilihannya tersebut.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Rina Setyasih | 1 Desember 2010

DAN KELUARGA PUN BERKOMPETISI SECARA SEHAT

Beberapa waktu lalu, suamiku asyik belajar membuat blog. Konon katanya mau diikutkan lomba. Menanggapi itu tentu saja aku jadi ingin tertawa. Masak, baru belajar sudah langsung ikut lomba. Koq berani amat. Apa nanti tidak jadi bahan tertawa’an?!

Tapi sebagai istri yang baik, apapun keinginan suami asal  niat dan tujuannya baik, harus senantiasa didukung dan diberi semangat. Maka, setelah melalui proses yang cukup rumit, jadilah blog buatan suamiku yang beralamat di http://mgpmgl.blogdetik.com/festival-blog-2010/ Hanya saja karena kesibukan, aku belum sempat membuka dan membaca isinya.

Beberapa hari berikutnya giliran anak sulungku, Ariendya Rizqianne Achsan yang masih duduk di kelas 7 SMP sibuk banget dengan komputernya. Konon katanya juga belajar membuat blog untuk diikut sertakan dalam lomba. Wah, surprise banget, Bapak-Anak pada demam bikin blog untuk ikut lomba. Ini tentu membuat aku penasaran. Apa sih yang mereka buat?!
Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.